Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui

Kita sering kali mengaitkan kecantikan dengan bagaimana bentuk tubuh kita. Nggak heran masih ada saja influencer di Indonesia yang tidak terima dan memprotes brand lingerie Victoria Secret atas pemilihan model-modelnya yang lebih beragam. Influencer tersebut merasa bahwa model-model yang dipilih oleh Victoria Secret saat ini burik. Tentu saja, influencer ini mendapat banyak kritikan juga dari warga net.

Pandangan dari influencer tersebut mencerminkan bagaimana kita masih mengasosiasikan tubuh kita dengan konsep dan standar kecantikan. Tidak jarang ini membuat kita kesulitan untuk menerima tubuh kita bahkan membenci tubuh kita sendiri. Dari sini muncul lah kalimat seperti body positivity, sebuah himbauan untuk mencintai dan menerima tubuh kita apa adanya.

Namun, sering kali orang lain kesulitan untuk menerapkan body positivity dalam hidupnya. Mereka kemudian mengadopsi pendekatan seperti fake it till you make it. Sederhananya, berusaha berpura-pura untuk mencintai dan menerima tubuh sendiri sampai kepura-puraan itu menjadi nyata. Beberapa berhasil, beberapa lainnya seperti Jameela Jamil merasa lelah dan tidak sanggup. Ia kemudian mencoba pendekatan baru untuk menyayangi tubuhnya dan menyebutnya body neutrality.

Jameela Jamil adalah seorang artis, presenter radio, model, penulis dan aktivis asal Inggris. Ia adalah founder I Weigh, sebuah wadah radikal yang inklusif dalam bentuk komunitas. Salah satu isu yang dikawal komunitas ini adalah mengubah aturan global di Facebook dan Instagram terkait produk diet dan detox yang ditujukan kepada anak di bawah umur.

Body Neutrality ala Jameela Jamil

Jameela Jamil mengajarkan kepada semua orang bahwa tubuh adalah bagian dari diri kita yang memiliki fungsi tertentu. Body neutrality fokus pada apa yang tubuh kita lakukan, bukan pada bagaimana bentuk tubuh kita. Idenya adalah, kita dapat menjalani hari kita tanpa memikirkan tubuh kita baik secara positif atau pun negatif.

Ia ingin menekankan bahwa seseorang bisa eksis dan dihormati tanpa harus melihat bagaimana tubuh seseorang. Anggap saja tubuh sebagai sebuah mesin yang mampu menjalankan fungsinya agar manusia dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik, tanpa harus memikirkan bagaimana tampilan dari mesin tersebut. Menurut Jamil, ketika kita fokus pada fungsi tubuh, kita dapat melihat tubuh kita dengan lebih objektif.

Misalnya, ketika berbicara mengenai berat badan. Jika kita hanya fokus pada berat yang dianggap masyarakat sebagai berat ideal, kita mungkin akan melakukan diet ekstrim agar penampilan kita sesuai. Namun, jika kita memikirkan mengenai fungsi tubuh kita, kita mungkin akan melakukan diet jika berat kita mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membuat kita kesulitan bergerak karena obesitas atau kekurangan gizi akibat terlalu kurus.

Mempraktekkan Body Neutrality

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mempraktekkan body neutrality. Pertama dengan berbicara kepada diri sendiri. Katakan pada diri kita sesuai fungsi tubuh dan apakah tubuh dapat berfungsi dengan baik. Contohnya, “lenganku kuat, ia bisa plank hingga 2 menit,” atau “kakiku tidak cukup fleksibel, ia tidak bisa split.” Berbicara pada diri sendiri membantu kita untuk menerima keadaan tubuh kita, apa yang kita bisa lakukan dan memodifikasi atau belajar hidup dengan apa yang tidak bisa kita lakukan dengan tubuh kita.

Kedua, tidak perlu membicarakan mengenai tubuh dengan orang lain. Be mindful, ketika menunjukkan fakta kepada seseorang seperti betapa tinggi atau rendahnya orang tersebut, atau betapa kurus atau gendutnya seseorang. Beberapa orang tidak suka bahkan trauma mendengar kalimat seperti, “oh, gendutan ya sekarang.” Jika orang lain menginisiasi pembicaraan mengenai tubuh, tidak ada salahnya kita menjawab dengan, “membicarakan tubuh orang lain bisa jadi adalah pengalaman buruk untuk orang lain.”

Ketiga, tidak ada diet khusus ketika mempraktekkan body neutrality. Kita hanya harus fokus pada makan makanan yang membuat tubuh kita bekerja dengan baik dan nyaman bagi lidah kita. Kita bisa mengikuti pola makan tertentu, seperti vegetarian atau diet, yang membuat kita merasa nyaman atau tidak mengikutinya sama sekali.

Keempat, pakaian dan olahraga. Untuk pakaian, kita hanya perlu menggunakan pakaian yang membuat kita nyaman dan senang. Tidak perlu terlalu memikirkan trend atau mengikuti trend yang sebenarnya tidak membuat kita nyaman. Sementara, untuk olahraga lakukan lah karena itu membuat kita sehat. Tidak perlu terlalu memperhatikan bagaimana olahraga akan membuat tubuh kita langsing atau berapa banyak lemak atau kalori yang kita bakar. Ini mengurangi resiko kita melakukan olahraga secara berlebihan hanya agar kurus atau langsing saja. Olahraga karena ingin sehat dibarengi dengan istirahat jika sudah lelah.

Nah, bagaimana mudah kan melakukan body neutrality? Yuk, sama-sama kita praktekkan.

Penulis: Rizki Febriani

Sumber Gambar: Freepik

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *