Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui

Kasus Kekerasan yang menimpa Johnny Depp – Amber Heard

Persidangan aktor Johnny Depp melawan mantan istrinya, Amber Heard, yang ia tuntut atas pencemaran nama baik masih berlangsung. Depp telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai $50 juta yang menuduh mantan istrinya menulis sebuah op-ed untuk Washington Post pada tahun 2018, di mana Heard menggambarkan dirinya sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga, sehingga merusak karir Depp. Artikel Heard menyebabkan beberapa laporan berita menyebut Depp sebagai ‘wife beater’ yang menyebabkan Deep kehilangan peran Grindelwald dalam seri Fantastic Beasts dan peran utama Captain Jack dalam Pirates of the Caribbean.

Depp menggugat Heard atas pencemaran nama baik atas artikel yang telah dia tulis untuk The Washington Post pada 2018, di mana dia mengatakan dia telah menjadi “public figure yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga.” Meskipun artikel tersebut tidak pernah menyebut nama Depp, pengacaranya mengatakan itu secara tidak langsung merujuk pada tuduhan yang Heard buat terhadapnya selama perceraian mereka pada tahun 2016.

Apa itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)?

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) memiliki banyak bentuk, salah satunya perilaku kekerasan, kasar atau mengintimidasi yang dilakukan oleh pasangan, pengasuh atau anggota keluarga untuk mengendalikan, mendominasi atau menanamkan rasa takut. Tidak hanya kekerasan fisik, juga bisa berupa kekerasan emosional, psikologis, finansial, seksual, atau jenis kekerasan lainnya. KDRT ini dapat mempengaruhi siapa saja di masyarakat, tanpa memandang jenis kelamin, identitas seksual, ras, usia, budaya, etnis, agama, kecacatan, status ekonomi atau lokasi. Kekerasan dalam rumah tangga mempengaruhi orang-orang dari semua latar belakang sosial ekonomi dan tingkat pendidikan. Kekerasan dalam rumah tangga biasanya dimanifestasikan sebagai pola perilaku kasar terhadap pasangan dalam hubungan, di mana pelaku menggunakan kekuasaan dan kontrol atas korban.

Roda Kekuatan & Kontrol adalah alat yang sangat membantu dalam memahami keseluruhan pola perilaku kasar dan kekerasan, yang digunakan oleh pelaku untuk membangun dan mempertahankan kendali atas pasangannya atau korban lain dalam rumah tangga. Sangat sering, satu atau lebih insiden kekerasan dapat disertai dengan serangkaian jenis kekerasan lainnya.

Bukti-Bukti Kekerasan

Peringatan: Gambar Luka Memar

Heard mengaku sering dipukuli oleh Depp ketika mantan suaminya itu sedang berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba. Hal ini dibuktikan Heard lewat statemennya yang mengungkap bahwa dirinya dipukuli tanpa alasan. Mantan suster Amber, Falatai memberikan saksi bahwa pernah melihat beberapa foto luka memar pada area mata Amber yang dikirim Amber melalui pesan. Falatai juga mengaku pernah melihat bibir Amber berdarah, namun ia merasa bukan seorang ahli yang dapat menspekulasi penyebab luka-luka tersebut. Pengacara aktris pemeran tokoh Mera dalam film Aquman tersebut pernah menunjukkan bahwa selama berhubungan dengan Johnny, Amber selalu membawa color correcting pallette untuk menutupi luka-lukanya. Namun hal ini sempat ditanggapi dan diviralkan oleh Netizen TikTok bahwa makeup tersebut baru rilis pada tahun 2017, yakni setelah hubungan mereka usai. 

Depp bersaksi bahwa sang mantan istri yang kerap menyerangnya, mulai dari memukul, melempar remot TV ke kepala, sampai melempar botol minuman keras dan gelas wine ke arahnya. Terdapat luka lebam di sekitar dahi, mata, dan pipi yang disaksikan beberapa orang seperti asisten rumah tangga dan dokter. Bahkan Depp sempat mengalami jarinya terputus usai pertengkarannya dengan sang mantan istri. Ia pun dilarikan ke UGD setelah menghubungi dokter pribadinya. ART menemukan jari Depp di dapur. Potongan jari itu lalu dijahit dan disambungkan kembali. Menurut pengakuan Depp jarinya putus disebabkan oleh botol minuman keras yang dilempar Amber ke arahnya. Pihak dari Amber menggugat hal tersebut dengan menunjukkan rekaman suara Depp yang mengatakan “I chopped my finger off”, yang dapat diartikan bahwa Johnny memotong jarinya sendiri. 

Pemeran utama di film Pirates of the Caribbean itu menyebut jika Amber Heard bukan hanya melakukan kekerasan fisik, namun juga secara verbal. Ia pernah berkata bahwa Depp gagal menjadi orang tua. Hal itu pun lantas membuat Depp meragukan dirinya sendiri. 

Diduga terdapat pola kekerasan yang dilakukan Amber terhadap beberapa pasangannya di masa lalu. Pada 2009, Heard sempat ditangkap karena diduga melakukan kekerasan pada mantannya, Tasya van Ree. van Ree mengatakan tuduhan tersebut tidak benar dan mungkin didasari oleh pemikiran misoginis (membenci perempuan) dan ketidaksukaan terhadap pasangan sesama jenis. Dalam persidangan Johnny Depp mengaku telah mendapatkan kesaksian dari beberapa mantan Heard soal tindakan kekerasan, namun belum ada bukti lebih lanjut soal hal ini. 

Mantan asisten Heard, Kate James memberi kesaksian bahwa Heard melakukan sejumlah kekerasan verbal dan emosional kepadanya. Ia mengaku atasannya pernah meludahi wajahnya setelah ia mengajukan kenaikan gaji. James mengatakan bahwa Amber sering berteriak saat menelfon dan membombardir dirinya dengan pesan yang berisi kemarahan pada dini hari. 

Di sisi lain Pengacara Johnny Depp menyatakan kliennya tidak pernah mendapatkan laporan kekerasan. Johnny sering dikenal sebagai pribadi yang berbicara dengan lembut, cenderung pemalu dan tidak pernah mengetahui Johnny pernah melakukan kekerasan pada dirinya atau orang lain.

Vanessa Paradis, seorang penyanyi, aktris, dan model yang pernah menjadi pasangan sekaligus ibu dari anak-anak Depp menyatakan Depp tidak pernah melakukan kekerasan fisik padanya dan menganggapnya sebagai sosok ayah yang selalu meluangkan waktunya untuk anak-anaknya. Istri pertama Johnny Depp, Lori Anne Allison mengatakan bahwa Johnny merupakan pribadi yang lembut dan tidak mungkin menyakiti perempuan secara fisik. 

Apakah Alkohol dan Penggunaan Obat-Obatan Merupakan Faktor Dalam Kekerasan?

Kekerasan dan pelecehan dalam rumah tangga adalah masalah yang sangat serius. Meskipun dalam penelitian tampaknya menunjukkan beberapa hubungan antara penyalahgunaan alkohol/narkoba dan kekerasan dalam rumah tangga, hal tersebut adalah dua masalah yang terpisah. Alkohol dan obat-obatan tidak dapat menjadi alasan tunggal dalam kekerasan. 

Menurut organisasi ADF (Alchohol and Drug Foundation), alkohol dan narkoba dapat menurunkan kesadaran, penyimpangan pemikiran, dan membuat seseorang lebih sensitif namun terjadinya kekerasan dipengaruhi banyak faktor seperti pencetus permasalahan, keramaian, tipe obat. Berdasarkan rekapan American Addiction Center pada 2016 alkohol dan obat-obatan menjadi faktor pendorong 40-60% kasus KDRT. Beberapa kasus kekerasan juga dilakukan saat pelaku ada dalam keadaan sadar. 

Kekerasan Tidak Hanya Terjadi Pada Perempuan, Laki-Laki pun Bisa Jadi Korban!

Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah yang sangat besar. Kekerasan dalam rumah tangga cukup umum, dengan beberapa penelitian mengatakan sebanyak satu dari setiap empat perempuan menderita kekerasan dalam rumah tangga di beberapa titik dalam hidup mereka. Juga telah ditegaskan bahwa sebagian besar kekerasan dalam rumah tangga tidak dilaporkan, dengan hanya sekitar 35–40 persen korban yang mengajukan pengaduan. Di antara laki-laki, jumlah ini mungkin bahkan lebih rendah, karena laki-laki jauh lebih kecil kemungkinannya untuk melaporkan kekerasan perempuan terhadap laki-laki. Alasan yang dikutip umumnya adalah pihak berwenang skeptis terhadap kemampuan perempuan untuk menyakiti laki-laki dan juga karena masalah maskulinitas. Sebagai masyarakat, kita dikondisikan ke dalam keyakinan yang salah bahwa laki-laki selalu dapat, dan harus, selalu melindungi dan membela diri dari ancaman.

Hal ini juga terjadi pada persidangan Johnny Depp dan Amber Heard. Pihak Amber beberapa kali memojokkan maskulinitas Johnny dengan pertanyaan seperti  “Secara fisik Anda jauh lebih besar dare Amber, benar?” yang ditanyakan langsung pada Johnny Depp. Body guard Johnny Depp, Malcolm Connolly juga ditanyai sejumlah pertanyaan yang menunjukkan bahwa Depp cukup kuat untuk melepaskan diri dari lengan Connolly. 

“Jadi dia (Johnny Depp) cukup kuat untuk melepaskan diri dari peganganmu?”

“Tidak, aku membiarkannya pergi”

Kemudian, laki-laki juga umumnya memiliki definisi kekerasan dalam rumah tangga yang berbeda dengan perempuan. Kebanyakan laki-laki tidak menganggap ditampar wajah oleh pasangannya sebagai kekerasan. Sebaliknya, jika perempuan mengalami hal yang sama, kebanyakan perempuan menganggap kejadian seperti itu sebagai kekerasan

Beberapa orang mungkin sulit menerima fakta bahwa laki-laki bisa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Dikutip dari rekaman suara Amber Heard kepada Johnny Depp bahwa “Anda dapat memberi tahu orang-orang bahwa itu adalah pertarungan yang adil, dan kemudian lihat apa yang dipikirkan juri dan hakim. Katakan pada dunia, Johnny. Beri tahu mereka, ‘Johnny Depp, saya, seorang pria, saya juga korban kekerasan dalam rumah tangga, ini pertarungan yang adil, dan lihat berapa banyak orang yang percaya atau berpihak pada Anda.”

Sulitnya Terlepas dari Hubungan yang Kasar, Rasionalisasi Tindak Kekerasan

Pertanyaan yang sering diajukan kepada korban dalam hubungan yang kasar adalah “mengapa mereka tidak pergi saja?” Meskipun tampaknya cara yang cukup sederhana untuk mengakhiri kekerasan, kenyataannya adalah meninggalkan hubungan kekerasan sama sekali tidak sederhana. Meninggalkan hubungan yang kasar tidak menjamin berakhirnya kekerasan. Sebaliknya, kekerasan sering meningkat pada saat perpisahan.

Ketika ditanya mengapa Depp bertahan dalam pernikahannya dengan Heard meskipun ada dugaan kekerasan yang dia hadapi, Depp menjelaskan “Saya kira karena ayah saya tetap dalam pernikahannya yang penuh kekerasan. Dan saya tidak ingin gagal.”

Johnny Depp mengungkap kisah pahit dari masa kecilnya dalam persidangan melawan Amber Heard dalam kasus pencemaran nama baik. Johnny mengungkap apa yang pernah terjadi padanya di masa kecil mirip dengan yang ia rasakan dalam hubungannya dengan Amber Heard.  Aktor kenamaan Hollywood itu bercerita jika ia punya sejarah diperlakukan tidak menyenangkan dalam rumah tangga. Johnny mengaku dulu sering mendapat kekerasan baik fisik maupun mental. Johnny Depp mengaku mendiang ibunya, Betty Sue Palmer, sering melakukan penyiksaan verbal, menghina, dan mengintimidasi. Bahkan pria 58 tahun itu menyebut sang ibu bisa sangat kejam hingga melemparnya dengan asbak di kepala, dipukul dengan high heels, telepon, dan benda-benda lain yang keras. Johnny dan saudara-saudaranya dikatakan sering menerima cacian dari ibu mereka sendiri. Ketika itu, mereka pun tidak ada pilihan lain selain menerimanya.

Beberapa pelaku atau korban kekerasan juga memiliki kecenderungan merasionalisasi tindakan kekerasan karena sesuatu tindakan yang dilakukan oleh korban atau alasan lainnya yang membuat korban terlihat pantas mendapatkan kekerasan. Pada korban, hal ini dapat disebabkan perasaan denial akibat sulitnya menerima segala emosi yang terjadi, atau stockholm sydrome yakni koneksi psikologis berupa rasa simpati korban terhadap sosok yang mengekangnya. 

Kekerasan dalam rumah tangga, bagi banyak orang, adalah masalah laki-laki yang menyakiti perempuan atau berusaha untuk memiliki kekuasaan atas perempuan. Secara statistik penelitian dan laporan polisi perempuan lebih rentan mengalami kekerasan, namun kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya terjadi pada satu jenis kelamin. Kasus Johnny dan Amber merupakan contoh kasus yang kompleks dari KDRT. Bagimana pendapat kalian menanggapi kasus tersebut?

PENULIS: Nursari Eka

EDITOR : Devinta Diane Putri

Artikel dibuat oleh Plain Feminism

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *