Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui
Kartini Plain Feminism Kendra Azzahra

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar nama Kartini? Seorang pejuang perempuan? Seorang pelopor yang berani menggerakkan dan mendobrak tradisi dan budaya pada masanya?

Setiap diri kita mungkin memiliki definisi yang berbeda, dengan garis besar yang kurang lebih sama. Namun bagiku, seorang Kartini adalah Kartini itu sendiri dan juga lebih dari Kartini itu sendiri. Tunggu, biar aku jelaskan.

Bagiku, Kartini adalah lebih dari sekadar nama dan identitas. Kartini adalah definisi dari kecerdasan, kekuatan, keberanian, kelembutan, bahkan kerendahan hati yang kita temukan dari sosok R.A Kartini itu sendiri. Perempuan hebat yang hingga saat ini tidak luput dari ingatan dan hati banyak perempuan Indonesia.

Dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April setiap tahunnya adalah bentuk semangat akan perjuangan perempuan pada masanya hingga saat ini, bukan berarti kita telah merdeka dari berbagai issue dan ketidakadilan khususnya pada kasus perempuan, justru ini adalah tanggung jawab bersama untuk meluruskan pemahaman serta perilaku yang merugikan banyak sekali perempuan—semakin beragam dan meningkat.

Kartini modern itu seperti apa?

Mari kita sebut sosok-sosok inspiratif seperti Susi Pudjiastuti, Dian Sastrowardoyo, Najwa Shihab, Putri Tanjung, dan masih banyak figur-figur hebat yang begitu menginspirasi dengan cara mereka sendiri. Jika membahas Kartini modern, nama-nama ini mungkin kerap muncul jadi contoh.

Tapi apakah hanya mereka yang bisa disebut Kartini modern? Tentu tidak. Sosok-sosok ini kebetulan vokal dan konsisten mengembangkan diri dengan cara dan sesuai kapabilitas masing-masing. Kamu, aku, dan kita semua yang tidak punya platform sebesar mereka juga bisa menjadi sosok Kartini modern—tentu dengan cara dan versi kita masing-masing. Tak perlu pandai dalam banyak hal, cukup kenali apa tujuanmu dan menjadi pribadi yang terus ingin belajar dari manapun.

Dibanding era Kartini, problematika yang kini kita hadapi juga begitu kompleks. Jika dulu Kartini melawan tradisi dan budaya, kali ini kita melawan pola pikir atau kebiasaan masyarakat yang terlalu melekat dan dibenarkan. Kartini modern adalah dia yang memiliki pendirian teguh akan hal-hal yang baik untuk hidupnya, mengaplikasikannya pada sehari-hari, dan mencerminkan kebaikan serta sisi positif yang dapat ia berikan terhadap lingkungannya.

Era digital ini membawa kita pada keterbukaan akan dunia luar, hal ini yang juga sebaiknya kita jadikan cara untuk setidaknya menyerap semakin luas wawasan untuk kita terus tumbuh, berani mengekspresikan diri, berani bersuara, dan berani menjadi representasi apa Kartini itu sendiri.

Haruskah menjadi sukses dan berjuang baru bisa disebut sebagai Kartini modern?

Apapun makna perempuan modern bagimu, baik itu bebas mengambil keputusan sendiri, memilih jalan karir atau menjadi ibu rumah tangga, ingin melanjutkan studi dan menikmati masa sendiri lebih lama, ketahuilah bahwa hal tersebut adalah privilese yang bahkan tidak dapat dimiliki oleh perempuan zaman dahulu; untuk memimpikannya pun mungkin mereka tak sampai.

Segala pilihan dan privilese ini berarti kamu benar-benar bebas mendefinisikan diri sebagai Kartini modern: tidak harus melakukan hal hebat, tidak harus menunggu karir bagus untuk menunjukkan siapa dirimu, tidak perlu menjadi figur terkenal untuk membela apa yang salah—ingatlah bahwa perubahan besar tidak akan terjadi tanpa dukungan-dukungan dari hal sekecil apapun itu.

Yang perlu kita lakukan adalah mengaktualisasi diri, memahami kemana tujuan kita sehingga tak ada seorang pun yang mampu merendahkan. Tanamkan bahwa there’s no the first or the second sex, kita adalah setara, setara adalah pemenuhan hak dan kesempatan yang sama. Kita punya andil membentuk dunia ini menjadi ruang untuk saling mendukung tanpa mendominasi, saling memberi ruang untuk menunjukkan kemampuan diri dan menghargai.

Intinya, untuk menjadi Kartini modern, cukup saling menghormati dan menghargai—termasuk menghormati dan menghargai dirimu sendiri—adalah nilai-nilai yang bisa kamu tuangkan sebagai seorang Kartini modern versi dirimu.

Selamat merayakan Hari Kartini bagi semua perempuan hebat di dunia. Nyalakanlah terang dalam hatimu, kuatkanlah setiap langkah dan gerakmu, kita belum kalah—jangan berhenti untuk melawan!

Siapkah kamu menjadi kartini modern?

Penulis: Febriana Sari Lubis

Sumber gambar: Instagram @plainfeminism

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *