Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui

Beberapa waktu lalu Indonesia dikejutkan dengan kabar menyedihkan. Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 hilang kontak saat baru saja lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat rute Jakarta — Pontianak ini hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Semua orang bersedih, tahun 2021 baru saja dimulai namun musibah sudah melanda. Berita ini pun sampai ke telinga dunia berkat warga Twitter yang membagikan informasi ini dengan harapan bisa mengumpulkan doa dari banyak orang. 

Di antara insan-insan baik yang mengirimkan doa bagi korban dan memberikan semangat kepada keluarga dan kerabat korban, ditemukan pula oknum nyinyir maupun oknum yang berniat melemparkan candaan. Beberapa waktu setelah kabar tentang hilangnya pesawat Sriwijaya Air muncul, ada cuitan-cuitan yang berbunyi seperti berikut:

Pesawat Sriwijaya air hilang kontak pasti pilotnya kang ghosting nih #SJ182

Pesawat sriwijaya hilang langsung dicari, langsung jadi breaking news

Aku hilang, gada tuh yang nyariin, gada yang berita in, dahlah…

Tak yakin juga apa tujuannya berkata begitu: apakah memanfaatkan suasana untuk mendapat perhatian? Yang jelas ini tidak pantas. Cuitan tersebut sudah dihapus dan pemilik akun menyatakan permintaan maafnya; akun dari cuitan satu lagi bahkan sampai ditangguhkan. Apakah kita akan terus begini setiap ada kabar bencana? Melemparkan lelucon yang dianggap remeh, lalu menyesal di akhir setelah dihujat oleh banyak orang? 

Berharap agar semua pengguna media sosial menghargai perasaan dan privasi keluarga korban musibah memang terkesan mudah menjadi masalah yang sering kita temui. Namun, faktanya masih ada saja yang bahkan tidak bisa memenuhi standar minimum ini.

Dengan banyaknya kejadian dan respon masyarakat yang meluruskan keusilan pembuat cuitan, semoga saja orang lain bisa belajar dan mempertimbangkan kembali apa yang akan mereka unggah saat ada bencana.

Belajar Menjadi Lebih Sensitif

Sensitif bagi beberapa orang sering diartikan sebagai baper (terbawa perasaan). “Sensian banget sih, ngga usah baper lah”. Namun, sensitif juga menunjukkan kepekaan seseorang; menjadi sensitif berarti kita peka dan mampu membaca situasi. Ini skill yang dibutuhkan agar tahu membawa diri, salah satunya paham kapan saat tepat dan tidak tepat untuk bercanda. Memang, hidup ini memang terkadang berat dan melelahkan. Lelucon warga Twitter biasanya ampuh menghidupkan kembali suasana hati. Saking recehnya, tak jarang kita bisa menangis sambil cekikikan. Tapi tetap ingat untuk lihat-lihat situasi saat bercanda, ya.

Lihat Suatu Masalah dari Sudut Pandang Yang Berbeda

Sesuatu yang menurut kamu baik belum tentu baik-baik saja bagi orang lain. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang dilalui oleh seseorang. Kembali pada contoh cuitan Twitter di atas, ketika diprotes, ia mengaku hanya iseng dan tidak bermaksud menyinggung perasaan orang lain. Mungkin saja ia lalai karena tidak berpikir dua kali, padahal ada orang yang sedang kesulitan tidur memikirkan bagaimana kondisi keluarganya yang terlibat dalam musibah tersebut.

Pikirkan Lagi Apa Tujuanmu Posting

Ketika kamu posting suatu hal di media sosial, kamu pasti tahu bahwa akan ada kemungkinan postingan kamu dibaca banyak orang, bahkan orang yang tidak mengenalmu. Pikirkan kembali apa tujuanmu posting dan apa yang kamu harapkan atau apa yang ingin kamu dapatkan. Kalau kamu ragu akan tujuanmu, bahwa niatmu mungkin akan disalahpahami, simpan dahulu pemikiranmu.

Sekali lagi, bercanda di situasi duka jarang—hampir tidak pernah—tepat, jangan coba-coba. Tak ada salahnya kok untuk menahan diri dan berempati pada korban bencana. Kalau ada pilihan untuk menjadi baik, kenapa memilih yang tidak? Lagipula, ingat, jejak digital tidak akan pernah hilang. Jangan sampai satu cuitan kontroversial yang mendulang kritik negatif menjadi penanda karaktermu.

Penulis: Firza Aliya A.

Sumber gambar: Freepik

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *