Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui

Dunia media sosial belakangan ini dihebohkan dengan sebuah video seorang ibu yang marah-marah terhadap kurir COD karena merasa barang yang dipesannya tidak seusai. Bagi beberapa orang yang sering berbelanja online mungkin sudah tidak asing dengan sistem COD. Sebenarnya apa itu sistem COD?

Dilansir melalui detikfinance, COD atau cash on delivery merupakan salah satu sistem pembayaran yang dapat dipilih ketika kita berbelanja online, yaitu melakukan pembayaran ketika barang diantar kepada pembeli. Syarat dan ketentuan sistem COD ini sudah diatur oleh Indonesian E-Commerce Association atau idEA. 

Di dalam video yang viral tersebut terlihat ibu yang memesan pakaian menggunakan sistem COD itu membuka paket sebelum melakukan pembayaran. Menurut Bima Laga selaku ketua umum idEA, salah satu ketentuan dalam memilih sistem pembayaran ini adalah dilarang membuka paket sebelum melakukan pembayaran.

Dalam kasus ini, pembeli yang melanggar ketentuan COD dapat diblokir dari sistem pembayaran COD. Termasuk jika pembeli tidak ada di tempat saat kurir mengirim paket dua kali dalam 60 hari juga bisa diblokir dari sistem pembayaran COD. 

Ketentuan dan syarat sistem COD ini sudah tertera dengan jelas bahkan juga sudah diatur oleh pihak yang berwenang. Ketentuan ini juga kerap kali muncul ketika kita memilih sistem pembayaran, sebelum melakukan pembelian secara online. Tapi mengapa hal ini masih kerap terjadi?

Kembali lagi kepada ketelitian kita dalam memilah sesuatu. Di zaman serba digital ini kita bisa melakukan apapun melalui sistem online. Berbelanja online sangatlah mudah apalagi dengan adanya uang elektronik, kita dapat melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja. Meskipun mudah kita juga perlu tahu akan kekurangannya.

Salah satu kekurangan yang sangat jelas dalam berbelanja online adalah kita tidak dapat melihat barang secara langsung. Kemungkinan besar barang yang kita terima tidak sesuai dengan foto atau gambar, baik dari segi bentuk, ukuran, dan warna. Maka dari itu ketika kita memutuskan untuk berbelanja online, kita hanya bisa percaya terhadap penjual.

Untuk membangun kepercayaan terhadap pembeli diadakan sistem COD. Pada kenyataannya pelanggan yang menggunakan sistem COD ini lebih banyak daripada sistem pembayaran lainnya, seperti uang elektronik atau transfer bank.

Dilansir melalui CNN Indonesia, statistik ecommerce yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan dari 17 ribu usaha e-commerce terdapat 73% pengguna COD. Banyaknya pengguna sistem COD ini bukan tanpa alasan.

CNN Indonesia juga  melansir bahwa pada tahun 2019 total penduduk Indonesia yang sudah terhubung dengan layanan perbankan hanya 29% saja. Tidak heran jika sistem COD ini cukup banyak dipilih oleh para pembeli, terutama bagi mereka yang tidak tersentuh oleh layanan perbankan.

Jika tidak percaya dengan e-commerce dan tidak bisa melakukan pembayaran secara virtual, mengapa masih menggunakan layanan COD? Mungkin kita bertanya-tanya demikian, jawabannya sangatlah sederhana karena penawaran yang menggiurkan. Berbagai promo diskon dan cashback sukses menarik pembeli dari berbagai kalangan.

Kita seringkali menemukan gagasan “beli di online lebih murah”, mungkin ini juga yang ada di benak para pembeli ketika akan berbelanja online. Selain harga murah, juga ada potongan harga. Pada dasarnya penawaran ini yang mungkin membuat kita sulit untuk berpikir ulang untuk berbelanja online karena waktunya terbatas.

Lagi, di sinilah ketelitian pembeli diuji. Di mana kita harus melihat detail barang jika tidak ingin mengecewakan. Jika ada ukuran yang tertera kita bisa mengukurnya terlebih dahulu seberapa besar yang kita butuhkan. Jika kurang jelas, kita bisa tanyakan langsung kepada penjual yang bersangkutan. Jadilah pembeli yang kritis.

Selain melihat detail barang kita juga dapat melihat kredibilitas toko melalui testimoni atau penilaian dari pembeli-pembeli sebelumnya. Sudah berapa banyak barang tersebut dijual juga bisa menjadi acuan. Proses berbelanja online sangatlah mudah dan fleksibel, tetapi penelusuran untuk mengetahui kualitas barang yang akan kita beli perlu dilakukan.

Untuk pembelian barang elektronik seperti gadget dan alat rumah tangga, kita bisa membelinya di toko resmi brand yang bersangkutan. Banyak brand resmi yang sudah memanfaatkan e-commerce besar untuk memasarkan produknya sehingga memudahkan para pelanggan dalam membeli barang elektronik.

Mungkin beberapa tips ini bisa kamu ikuti ketika akan berbelanja online.

Jangan selalu mengandalkan belanja online 

Ada baiknya jika kita menggunakan dua metode belanja, yaitu offline atau online. Manfaatkan belanja online hanya untuk keperluan tertentu saja

Mengkategorikan barang yang menurut kamu bisa dibeli secara online 

Kategorikanlah barang yang menurut kamu aman untuk dibeli secara online. Misalnya seperti makanan dan minuman, buku, alat tulis, alat makan, atau barang-barang serbaguna seperti kotak organiser dan pernak-pernik

Menentukan harga beli yang kamu inginkan dalam berbelanja online 

Tentukan harga beli yang menurut kamu aman untuk bertransaksi online. Misalnya jika harga barang kisaran dari 100 ribu – 500 ribu, kamu masih ingin melakukan transaksi secara virtual. Namun jika harga barang sudah di atas 500 ribu kamu lebih memilih untuk belanja di toko offline saja karena merasa terlalu riskan

Teliti kembali barang belanjamu sebelum melakukan checkout

Pastikan kamu sudah meneliti kembali barang yang akan kamu beli, apakah sudah sesuai dengan keinginanmu dan apakah kamu sudah yakin ingin membelinya. Apabila kamu memilih sistem COD, pastikan juga kamu berada di tempat ketika kurir mengantarkan barang belanjamu untuk melunasi pembayaran.

Jangan membuka paket sebelum membayarnya, karena hal ini dapat melanggar ketentuan. Bayarlah terlebih dahulu sebelum kamu membuka paket. Jika ada barang yang tidak sesuai, segeralah melapor kepada e-commerce atau marketplace yang bersangkutan. Ikuti prosesnya sehingga barangmu bisa diretur atau ditukar.

Kemudahan pada era digital ini membuat kita melupakan berbagai hal penting yang perlu kita perhatikan. Ditambah penawaran menarik dalam waktu terbatas yang membuat kita semakin sulit untuk berpikir dua kali. 

Baik belanja secara offline atau online, tetap jadilah pembeli yang kritis jangan sampai kita menyesal belakangan. Hanya karena tergiur penawaran menarik kita melupakan hal penting, seperti mengecek kembali barang yang ingin kita beli atau lupa membaca deskripsi barang dengan seksama.

Jangan lupa untuk memakai masker ketika sedang mengambil paket dari kurir. Sanitasi barang belanjamu setelah dikeluarkan dari kemasan. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Safety shopping even from home!

Penulis: Annisa

Sumber Gambar: Freepik

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *