Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui

Adakah yang pernah atau sedang merasakan kehilangan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari? Mungkin pernah aktif dan senang banget menjalani suatu hobi atau pekerjaan tapi suatu hari kita gak bersemangat dan malah terbebani. Mungkin ada orang terdekat yang mengalami perubahan perilaku menjadi tidak semangat dan selalu overthinking. Jika kehilangan semangat itu terjadi dalam jangka waktu lama dan membuat aktivitas sehari-hari terganggu, kita perlu waspada akan kesehatan mental. Dua gejala tadi adalah sedikit dari banyak sinyal bahwa kita bisa saja mengalami yang namanya Burnout Syndrome.

World Health Organization (WHO) menyebutkan ada istilah Burnout Syndrome. Burnout Syndrome atau sindrom kelelahan mental adalah suatu sindrom akibat pengelolaan stress yang tidak baik dalam bekerja. Burnout syndrome utamanya terjadi karena kurang beristirahat. Sama seperti ketika kita menjalankan aktivitas fisik terus-menerus, tubuh fisik perlu istirahat. Begitu juga dengan mental, otak perlu beristirahat setelah digunakan tanpa henti untuk berpikir tentang pekerjaan. Biasanya karena tekanan pekerjaan yang harus selalu produktif, membuat kita terus ada dalam posisi bekerja tanpa istirahat.

Ciri utama dari sindrom ini adalah menjadi tidak semangat menjalani suatu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Ketika mulai tidak berenergi atau kehilangan minat dengan pekerjaan, kita perlu waspada dan memperhatikan ciri-ciri lainnya. Burnout juga akan mengubah perilaku dan fisik. Contohnya, kita menjadi lebih sensitif atau mudah marah. Sedangkan perubahan fisik misalnya menjadi mudah sakit atau muncul penyakit baru di tubuh kita. Burnout syndrom ini perlu diwaspadai karena jika tidak dipulihkan sesegera mungkin, akan menyebabkan depresi atau serangan panik.

Keterbukaan adalah awal dari pemulihan

Jika kita mengalami gejala-gejala di atas, yang bisa kita lakukan adalah terbuka. Terbuka kepada diri sendiri bahwa kita sedang tidak baik-baik saja. Beri waktu pada pikiran untuk beristirahat sejenak. Keterbukaan kepada diri sendiri, mengantarkan kita pada langkah selanjutnya.

Kedua, terbuka kepada orang lain. Support system adalah orang-orang yang paling dibutuhkan di tengah kesulitan. Pilih orang terdekat yang bisa dipercayai untuk kita bagikan cerita kesulitan yang sedang kita alami. Terbuka dengan orang lain tanpa disadari dapat menguatkan bahwa kita tidak melalui kesulitan ini sendirian. Selain orang terdekat, temui
tenaga profesional jika diperlukan.

Bagaimana membantu orang terdekat yang mengalami burnout syndrome?

Pertama, perhatikan gejalanya. Apakah mereka menjadi jarang bersosialisasi, mengalami kesulitan tidur, mudah marah, berpikiran negatif, atau lainnya. Jika iya, lanjut pada langkah kedua yaitu tanyakan kabar atau perasaan yang sedang dialaminya. Ketiga, dengarkan cerita mereka. Jangan menghakimi atau memotong pembicaraan. Keempat, respon cerita mereka dengan apresiasi keterbukaan mereka dan bertanya apa yang bisa kita bantu. Berusaha untuk tetap ada bersamanya dan mendengar cerita tanpa menghakimi

Penulis: Greta Theresia

Sumber Gambar: Freepik

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *