Kami senang untuk dapat terhubung denganmu
Kamu dapat meninggalkan pesan melalui

Biasanya ketika seseorang memasuki fase dewasa awal, mereka akan mengalami percikan-percikan cinta dan mendeklarasikan perasaannya untuk menjalin suatu hubungan. Sayangnya karena gejolak cinta inilah mereka sering tidak menyadari bahwa mereka sedang berada di dalam hubungan yang tidak sehat. Parahnya ketika sudah memasuki toxic relationship, seseorang akan sulit terlepas dari hubungan tersebut sebab pasangannya memiliki sifat yang implusif, agresif, serta korban yang ‘merasa’ ketergantungan terhadap pasangannya tersebut.

Terbukti dengan masih maraknya kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia dalam hal percintaan. Berdasarkan data dari Catatan Tahunan Komisi Nasional Anti kekerasan Terhadap Perempuan pada tahun 2019, terdapat 13,568 kasus kekerasan yang tercatat berdasarkan jumlah tersebut sekitar 2,073 kasus diantaranya ialah kekerasan dalam hubungan berpacaran.

Oleh karena itu Plain Feminism melaksanakan webinar ketiga yang berjudul “Relationsick: Cinta boleh, Buta Jangan!” yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada generasi muda, khususnya perempuan terkait pentingnya kesadaran akan sebuah hubungan romansa yang toxic.

Webinar kali ini menghadirkan pembicara:

  1. Rena Masri, S. Psi, M. Si, Psikolog
    (Psikolog klinis dewasa, Founder @cintasetara)
  2. Fitria, S. Psi (Konselor feminis,Tim advokasi Perempuan Berkisah)

📅 Sabtu, 31 Juli 2021
⏰ 18.30-21.00 WIB
💻 Zoom

👥 Terbuka untuk umum dan gratis!
✅ Mendapatkan e-certificate juga lho!

Jangan lupa daftarkan dirimu dan ajak teman-temanmu untuk ikut webinar ini!



Share:

3 Comments

  • Putri Yudana, July 24, 2021 @ 3:12 pm Reply

    Sangat menarik sekali webinar ini terkhususnya saya sebagai kaum milenial, apalagi saya seorang wanita

  • Wayan subagio, July 25, 2021 @ 2:14 pm Reply

  • Pitriani, July 26, 2021 @ 2:57 pm Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *